Benih Kembang Kol Roo So 45, Jelas Terbukti

0
137
Kembang Kol Roo So 45

Menanam sayuran tentu menjadi pilihan sebagian besar petani di Indonesia. Namun apabila Juragan ingin mencoba menanam sayuran yang cocok pada dataran dengan ketinggian 50 hingga 1000 mdpl.

Benih Kembang Kol Roo So 45 bisa menjadi pilihan juragan untuk memulai aktivitas bertani.

Bisa dikatakan dalam budidaya kembang kol ini tidak perlu perawatan khusus dan tidak sulit membudidayakannya. Bahkan, tanaman sayuran ini juga tidak perlu disiram setiap hari.

Kembang Kol merupakan salah satu sayuran favorit masyarakat Indonesia. Sayuran ini sudah pasti menjadi kebutuhan restoran, hotel, warteg hingga penjaja makanan pinggir jalan seperti penjual capcay.

Selain itu sayuran ini juga menjadi pilihan favorit Ibu Rumah Tangga sebagai campuran masakan seperti sup sayur.

Kembang kol nyatanya kaya akan kandungan serat, sehingga akan membuat juragan merasa kenyang lebih lama setelah mengonsumsi kembang kol. Hal ini tentu saja bermanfaat bagi siapapun yang sedang menjalani program diet.

Perlu juragan ketahui pula bahwa kembang kol ini berasal dari kawasan Mediterania dan telah dikembangkan pada tahun 1866 oleh seorang ahli benih asal Amerika.

Sedangkan di Indonesia tanaman ini diperkenalkan oleh saudagar asal India pada abad-19.

Hasil Tanam

Kembang kol berbentuk telur semi bulat, keras, berwarna putih, perkiraan bisa mencapai berat 1 Kg. Dan juga ketika telat panen, lebih tahan terhadap biru crop, alias tahan defisiensi phospat dalam bahasa teknisnya.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan yang baik tentu sangat diperlukan. Agar juragan mendapatkan hasil yang optimal, maka tanamlan bibit kembang kol Roo So 45 ini pada tanah yang lempung.

Meski demikian, tanaman ini juga dapat tumbuh di tanah yang berpasir.

Untuk ukuran lahan tanam, juragan bisa membuat bedengan dengan ukuran 80-100 cm dan tinggi 35 cm, serta aturlan jarak antar bedengan sekitar 40 cm.

Sebelum membuat bedengan maka juragan perlu melakukan pembersihan tanaman liar.

Selain itu, Juragan juga perlu memilih tanah yang kaya akan kandungan bahan organik, gembur dan pastinya subur.

Apabila tanah tidak memiliki bahan organik yang cukup, juragan bisa melakukan pemupukan pada tanah yang akan ditanami kembang kol. Pemupukan bisa dilakukan dengan pupuk Urea, Pupuk ZA, KCL dan SP-36.

Jika pH tanah kurang dari 5,5, maka pengapuran bisa dilakukan dengan dosis 1-2 ton per hektare.

Penyemaian

Siapkan polybag ukuran polybag yang akan digunakan, yaitu kira-kira 7×10 cm. Untuk media semainyam juragan bisa membuat perbandingan 2:1 dari campuran pupuk kandang dan tanah halus.

Sebelum menggunakan media tanam, sterilkan dulu dengan cara mengukusnya selama 30-60 menit.

Juragan bisa menyiram larutan formalin 40% ke media semai, lalu tutup dengan media plastik kira-kira 24 jam lalu anginkan.

Selama masa penyemaian, lakukan perawatan dengan penyiraman 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Untuk menghindari hama saat proses penyemaian, maka semprotkan pestisida setengah dosis dari yang ditentukan.

Kembang Kol Roo So 45

Penanaman

Juragan bisa mulai menanam bibit Kembang Kol Roo So 45 setelah bibit yang disemai menunjukkan 4 helai daun dan telah berumur 1 bulan.

Tanam dengan cara memindahkan bibit dari media semai ke bedengan yang sudah disiapkan.

Penanaman harus dilakukan dengan hati-hati, karena daun bibit serta akar tanman mudah rusak.

Pemeliharaan

Terdapat langkah-langkah yang dapat ditempuh saat melakukan pemeliharaan tanaman kembang kol Roo So 45. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah penyulaman.

Dimana tanamanyang terlihat tida sehat dan sudah mati haruslah diganti sesegera mungkin. Penyulaman ini bisa dilakukan hingga tanaman berumur 2 minggu.

Selanjutnya adalah proses penyiangan, proses ini tentu harus dilakukan secara hati-hati supaya akar tanaman tidak rusak.

Penyiangan bisa dihentikan setelah masa akhir fase vegetative. Langkah selanjutnya adalah penempelan, proses ini dilakukan pada masa awal tanaman kembang kol.

Tujuannya agar massa bunga serta kualitas tanaman dapat terbentuk dengan baik.

Pada masa awal tanam, penyiraman tanaman kol dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari apalagi jika musim kemarau tiba.

Namun jika musim penghujan tiba juragan tidak perlu melakukan proses penyiraman.

Setelah tanaman kembang kol berusia kurang lebih sekitar 30 hari, penyiraman dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 kali sehari, hal ini dapat disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengendalian Hama Penyakit

Untuk urusan pengendalian serangan hama dan penyakit, juragan perlu melakukan rotasi tanaman. Dalam melakukan pengendalian biologis ini juragan bisa mengaplikasikan perstisidan kimiawi atau pestisida biologis.

Untuk mengatasi hama seperti penyakit busuk hitam, kutu daun atau ulat plutela, juragan bisa mengatasinya secara manual yakni dengan cara membuang bagian tanaman yang terinfeksi ataupun dengan penyulaman.

Namun jika hal tersebut tidak diatasi, maka juragan dapat menggunakan pestisida sebagai solusinya.

Pemanenan

Kembang Kol Roo So 45 BRC dapat dipanen setelah tanaman berumur 50 sampai 100 hari. Lakukan pemanenan pada pagi dan sore hari untuk mendapatkan hasil yang baik.

Juragan bisa memanennya dengan cara mencabut atau memotong bagian agarnya dengan menggunakan pisau atau gunting tanam.

Setelah panen selesai, jangan lupa lakukan penyortiran dan penyimpanan.

Umumnya, kembang kol ini bisa dipanen setelah diameter kembang kol mencapai ukurannya sudah mencapai 15 cm hingga 30 cm.

Benih Kembang Kol - Roo So 45 - 10 gr - BRCBenih Kembang Kol - Roo So 45 - 10 gr - BRCBenih Kembang Kol - Roo So 45 - 10 gr - BRC

Pemesanan benih :
0822-4111-3131 (whatsapp)
atau klik disini

Info selengkapnya :
https://deeres.id/
https://tokodeeres.com/

Baca juga :
Kabar Tani lainnya
Bibit Brokoli Green Magic Sakata, Ajaib Tahan Penyakit
Rahasia Untung Menanam Jagung Manis Sweet Boy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − 4 =