Budidaya Cabe Yang Perlu Anda Ketahui

0
354
Petani Cabe

Budidaya Cabe 

Kebutuhan cabe semakin meningkat setiap waktu membuat komoditas sayuran satu ini menjadi buruan hampir setiap rumah. Bayangkan saja jika tiap rumah di Indonesia membutuhkan cabe untuk sekedar masak, pastinya kebutuhan cabe nasional akan tinggi. Bahkan tergolong sangat tinggi. Peningkatan tinggi seharusnya juga dibarengi dengan pasokan untuk mencukupi kebutuhan. Jika tidak, maka akan terjadi pasokan yang fluktuatif sehingga harga cabe juga tidak stabil. Maka dari itu, budidaya cabe menjadi hal yang perlu dibahas serius

Curah hujan tidak merata di Indonesia sepanjang tahun menjadi salah satu penyebab terjadinya fluktuasi pasokan. Saat curah hujan tinggi pada bulan tertentu, banyak petani mengalami gagal panen sehingga pasokan cabe dipasaran berkurang. Pasokan berkurang berakibat harga cabe melambung naik. Sebaliknya, curah hujan rendah, air menjadi masalah utamanya.

BACA JUGA Budidaya Cabe Untung Ratusan Juta

Cuaca yang ekstrim dapat menyebabkan serangan penyakit sekaligus hama semakin tinggi. Curah hujan tinggi cabe akan terserang penyakit. Namun saaat curah hujan rendah, hama menjadi tantangan selanjutnya. Karena permasalah ini, kami akan coba membedahnya. Mari simak.

Petani Cabe

Produksi Cabai di Indonesia

Penduduk Indonesia terkenal menyukai rasa pedas. Salah satu penyebab rasa pedas adalah cabe. Oleh sebab itu, kebutuhan komoditas cabe terus merangkak naik. Dan potensi menjadi “negara pedas” terbuka di Indonesia. Sayangnya kebutuhan cabe kurang diimbangi dengan stabilitas pasokan cabe.

Untuk skala nasional, pada 2014 berhasil memproduksi 1.930.571 ton/ tahun. Tetapi kebutuhan cabe untuk konsumsi pada tahun tersebut mencapai 1.784.733 ton/ tahun. Alhasil, terdapat surplus produksi sebanyak 145.799 ton/ tahun.

BACA JUGA Cara Terbaik Agar Tanaman Cabe Berbuah Lebat

Namun ternyata surplus produksi terjadi pada bulan-bulan tertentu; yakni bulan April hingga Agustus. Pada bulan diluar April – Agustus justru terjadi kekurangan produksi. Ialah bulan Desember, Januari dan juga Februari. Kondisi seperti inilah penyebab harga tidak stabil, alias fluktuasi harga.

Fluktuasi pasokan terjadi bukan hanya karena factor bulan-bulan tersebut, tapi juga factor daya simpan atau daya tahan cabe. Tipe cabe keriting, rawit dan besar menjadi idola bagi konsumen Indonesia. Selera cabe Indonesia ternyata berbeda dengan negara lain, hal ini mengakibatkan kita tidak bisa asal impor cabe dari negara lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 7 =